SETIAP KITA (ITU) KREATIF

ABDUL HALIM FATHANI

Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika

Universitas Islam Malang

JIKA menurut Thomas Armstrong, senada dengan pendapatnya Howard Gardner berpendapat bahwa “Setiap Individu manusia adalah Cerdas” Setiap individu pasti memiliki kecerdasan dengan derajatnya masing-masing sebagaimana yang terangkum dalam Multiple Intelligences.

Lalu, apa kaitannya kecerdasan dengan kreativitas? Mari kita perhatikan ungkapan yang sangat terkenal dari Ali bin Abi Thalib ra: ”Didiklah anak-anakmu. Sesungguhnya mereka dilahirkan untuk hidup dalam suatu zaman yang benar-benar berbeda dengan zamanmu.” Ungkapan ini mengisyaratkan pentingnya orangtua dan guru untuk mendidik anak-anak dan anak didik menjadi pribadi yang kreatif!

Menurut Diana (20016) dalam artikelnya di Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, Vol. 3 No. 2, Desember 2006, menyatakan bahwa Tak dapat disangkal lagi, kreativitas memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Semakin kompleks dan peliknya problem kehidupan di dunia ini menuntut kita untuk senantiasa mengoptimalkan berbagai potensi yang Allah berikan. Di antaranya adalah potensi akal untuk dapat berfikir kreatif. Dengan kreativitas, manusia diharapkan akan mampu memecahkan berbagai persoalan hidup secara lebih efektif dan efisien.

Selanjutnya, guru sekaligus orangtua memiliki peran strategis dalam pengemvangan kreativitas anak/siswa. Individu siswa harus mendapatkan ruang yang cukup untuk menjadi sarana dalam pengembangan kreativitas. Perlu diketahui, dalam pengembangan kecerdasan individu, di dalamnya memuat ruang-ruang untuk pengembangan kreativitas. Zaman sekarang sudah berubah. Individu harus mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kreativitasnya. Setiap kita adalah kreatif. Modal itu sudah ada. Tinggal pengembangannya saja.

Sekarang, apa yang harus dilakukan? Untuk mengembangkan kecerdasan dan kreativitas individu, itu tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran formal di kelas. Pembelajaran harus dilakukan di mana saja, kapan saja, dan kepada siapapun. Kita harus menjadi individu pembelajar. Menjadi individu yang kreatif. Kreatif di bidang kita masing-masing. Kreatif di bidang pendidikan, kreatif di bidang teknologi informasi, kreatif di bidang sosial budaya, kreatif di bidang manajemen, dan sebagainya. Selamat berkreasi. [ahf]

D-19 Ngijo, 05 Oktober 2019


Abdul Halim Fathani

Pemerhati Pendidikan. Aktif di Komunitas Sahabat Pena Kita (SPK) dan Forum Literasi Matematika (forLIMA)

LEAVE A REPLY