PROBLEM SOLVING ALA DETEKTIF

ABDUL HALIM FATHANI

SETIAP manusia tidak luput dari masalah. Selama masih hidup, selalu saja ada masalah dalam kehidupan kita. Masalah itu memiliki latar belakang dan karakter masing-masing, dan tergantung cara pandang kita dalam menghadapinya. Ada masalah besar, masalah kecil. Masalah bisa terjadi pada anak-anak, remaja, maupun dewasa. Tema masalah pun bermacam-macam. Ada masalah ekonomi, masalah pendidikan, masalah pekerjaan, masalah keluarga, masalah sosial-politik, dan seterusnya.

Dalam perspektif si A merupakan masalah dalam kehidupannya, tetapi bagi si B dan si C masalah tersebut belum tentu menjadi masalah baginya. Bisa juga, sekarang bagi si A merupakan masalah, namun dua hari yang akan datang masalah tersebut berubah menjadi tidak masalah. Itulah bentuk dinamisasi masalah dalam kehidupan. Yang jelas, ketika mendapatkan masalah, manusia harus selalu berupaya kuat untuk menyelesaikannya.

Setiap kita pasti memiliki masalah. Masalah tidak boleh hanya didiamkan. Tetapi, kita harus secara mengambil langkah cerdas “bagaimana menyelesaikan masalah-masalah tersebut?” Tidak sedikit di antara kita, yang ketika menghadapi masalah, mereka justru sibuk berkutat pada masalah tersebut. Padahal semestinya, jika ada masalah yang sudah jelas di depan mata, maka tidak ada cara lain, kecuali –segera- dicari solusinya.

Permasalahan yang kita hadapi tentu akan dapat membuat kita jatuh atau bertumbuh. Tergantung bagaimana kita memperlakukannya. Yang jelas, apa yang dikaruniakan Tuhan kepada hamba-Nya, pastilah sesuatu yang memiliki hikmah positif. Namun, fakta di lapangan tidak sedikit di antara kita yang lebih memilih untuk bertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut.

Dalam menyelesaikan masalah, kita harus memegang teguh pada firman Tuhan dalam Surat Al-Mukminun ayat 62 “Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).” Allah tidak pernah memberi kewajiban yang memberatkan ataupun menyulitkan hamba-Nya. Dalam arti semua kewajiban yang dibebankan kepada seorang muslim adalah sesuatu yang mampu dilakukan.

Tidak sedikit di antara kita yang terlalu membesar-besarkan masalah, padahal sebenarnya, masalah yang dihadapi tidak serumit yang kita pikirkan. Bahkan ada juga hal yang kecil (sepele) pun diperlakukan menjadi hal yang paling rumit seolah-olah sudah tidak ada solusi pemecahannya.

Oleh Monica Anggen –Penulis buku ini– menegaskan “bagaimanapun bentuk dan ukurannya, semua masalah yang datang seharusnya bisa kita selesaikan karena setiap masalah sebenarnnya memiliki jalan keluar atau solusi. Menyelesaikan masalah bisa disamakan dengan saat kita harus mengambil suatu keputusan. Dengan kata lain, masalah bisa didefinisikan sebagai segala sesuatu yang kita mengambil tindakan. Semakin cepat bertindak, semakin cepat masalah bisa diselesaikan.

Buku ini hadir melengkapi dua buku sebelumnya, yaitu 99 Cara Berpikir ala Sherlock Holmes dan 99 Cara Mengasah Intuisi ala Sherlock Holmes. Anggen –penulis buku ini– menyajikan 99 cara menyelesaikan masalah ala Sherlock Holmes. Penulis mengupas tuntas bagaimana seorang detektif fenomenal sekelas Sherlock Holmes menyelesaikan setiap masalah, misteri, dan kasus yang diangkat dalam kisah-kisah petualangannya.

Buku ini penting untuk menjadi referensi bagi kita semua. Karena, sejatinya, setiap diri kita pasti memiliki masalah. Ya masalah untuk diselesaikan dicari jalan keluarnya. Kelebihan buku ini, bukan kategori buku yang menyajikan teori ansich, tetapi penulis menggunakan kasus-kasus dalam petualangan yang dihadapi Sherlock Holmes sebagai contoh masalah, lalu mempelajari bagaimana cara Sherlock, dibantu Watson menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Marilah kita merenungkan kata pengantar Monica Anggen dalam buku ini “Ketika Tuhan mengizinkan masalah hadir dalam hidup manusia, Tuhan tahu kapasitas serta kemampuan yang kita miliki. Ia juga menyediakan solusinya. Tetapi di saat yang sama, Ia tetap meminta kita berusaha untuk menemukan solusi itu.”

Setiap permasalahan passti akan menemukan solusinya. Tentu setiap individu memiliki cara, strategi, dan kadar yang berbeda-beda dalam menyelesaikannya. Setiap individu harus berikhtiar maksimal untuk menyelesaikannya dengan tetap penuh optimis, bahwa setiap masalah pasti memiliki solusi.

Hemat saya, buku ini penting bagi kita. Mari, kita cari solusi dari permasalahan yang ada dalam diri kita. Menjadikan masalah sebagai sumber kekuatan dalam hidup. Sekali lagi, masalah untuk dijadikan kekuatann bukan didiamkan. Buku ini sangat menarik karena dapat menuntun kita menemukan jalan keluar dari setiap permasalahan yang kita hadapi. (*)

IDENTITAS BUKU:
Judul Buku : 99 Cara Menyelesaikan Masalah ala Sherlock Holmies (Panduan Menemukan Solusi ala Detektif)
Penulis : Monicaa Anggen
Penerbit : Grasindo, Jakarta
Cetakan : I, 2017
Tebal : vi + 330 hlm
ISBN : 978-602-3758-57-9


Abdul Halim Fathani

Pemerhati Pendidikan. Aktif di Komunitas Sahabat Pena Kita (SPK) dan Forum Literasi Matematika (forLIMA)

LEAVE A REPLY