MAKSIMAL

KATA maksimal, sering kita dengar di berbagai kesempatan. Baik dalam acara resmi maupun tidak. Penyebutan kata maksimal ini, seringkali digunakan untuk menunjukkan suatu hal atau kondisi puncak, suatu hal yang paling tinggi, dan seterusnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maksimal bermakna: sebanyak-banyaknya; setinggi-tingginya; tertinggi

Biasanya banyak orang yang mengaitkan dengan ikhtiar yang dilakukan manusia. Tugas manusia itu adalah melakukan ikhtiar, tapi ikhtiar yang maksimal. Nah, tugas selanjutnya adalah tawakkal. Ikhtiar maksimal. Inilah kata kunci dalam proses yang kita lakukan.

Pentingnya ikhtiar maksmial ini, merupakan ‘amanat’ Allah swt, sebagaimana yang termaktub dalam firman-Nya, pada Surat Al-Maidah ayat 23.

Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”

Tawakkal yang dimaksud adalah tawakkal yang disertai dengan ikhtiar. Tentu ikhtiar yang maksimal.

Bagaimana dengan hasil yang kadangkala tidak sebagaimana yang diduga atau dipikirkan sebelumnya?

Misal:

Ada seorang mahasiswa yang sudah ikhtiar maksimal dalam mempelajari materi, sebagai persiapa menghadapi Ujian Akhir Semester. Tetapi, dalam fakta di lapangan, soal-soal yang keluar pada saat Ujian Akhir Semester, tidak terbayang sebelumnya. Sehingga mengakibatkan, mahasiswa tersebut mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal ujian. Dan, berakibat nilainya jelek.

Nah, kalau sudah dalam kondisi yang seperti ini, maka sebagai manusia biasa, tidak ‘boleh’ menyalahkan siapa pun. Ingat kembali bahwa: kita diperintahkan ikhtiar maksimal. Bagaimana jika hasil tidak seperti yang diharapkan? Jawabannya satu. Ialah, kita sebagai manusia harus bisa mengambil hikmah secara maksimal, mensyukuri secara maksimal.

Saya yakin, meskipun hasil yang terjadi tidak seperti yang dipikirkan sebelumnya, tapi itu merupakan hak Allah swt. Jadi, tugas kita adalah mensyukuri secara maksimal, sehingga akan mendapatkan hikmah yang maksimal pula.

Jadi, kata kuncinya: Ikhtiar maksimal sekaligus bersyukur secara maksimal pula.[ahf[


Abdul Halim Fathani

Pemerhati Pendidikan. Aktif di Komunitas Sahabat Pena Kita (SPK) dan Forum Literasi Matematika (forLIMA)

LEAVE A REPLY