EVALUASI

Abdul Halim Fathani

SETIAP pendidik dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, setidaknya meliputi tiga aktivitas utama: merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi pembelajaran. Istilah terakhir, evaluasi, kerapkali mengalami tumpang tindih dengan penggunaan dua istilah lainnya. Istilah evaluasi, penilaian, dan pengukuran, seringkali disalahartikan dan disalahgunakan, dalam situasi dan subjek tertentu.

Prof. Drs. Anas Sudjiono (2016) dalam bukunya “Pengantar Evaluasi Pendidikan” yang diterbitkan Rajawali Pers, menguraikan penjelasan tiga istilah tersebut. PENGUKURAN (bahasa Inggris: measurenment; bahasa Arab: muqayasah) dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk “mengukur” sesuatu. Mengukur berarti membandingkan sesuatu dengan atau atas dasar ukuran tertentu. Pengukuran itu bersifat kuantitatif.

PENILAIAN berarti “menilai” sesuatu. Menilai berarti mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegang pada ukuran baik atau buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh, dan sebagainya. Penilaian itu bersifat kualitatif.

Sedangkan EVALUASI adalah mencakup dua kegiatan sekaligus; ya pengukuran, ya penilaian. Jadi evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk menilai sesuatu. Untuk dapat menentukan nilai dari sesuatu yang sedang dinilai itu, dilakukan pengukuran. Dalam dunia pendidikan, wujud dari pengukuran itu adalah pengujian, dan pengujian inilah yang sering disebut dengan istilah tes.

Jadi, kita sekarang sudah bisa menempatkan secara adil, kapan menggunakan istilah pengukuran, penilaian, atau evaluasi. Demikian juga, menggunakan istilah pengujian atau tes. Selamat belajar.[ahf]


Abdul Halim Fathani

Pemerhati Pendidikan. Aktif di Komunitas Sahabat Pena Kita (SPK) dan Forum Literasi Matematika (forLIMA)

LEAVE A REPLY