BELAJAR

fathani.com – PADA masa pandemi covid 19 ini, kita semua bersama dengan pemerintah sepakat untuk terus melakukan berbagai ikhtiar dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Di antara bidang yang terdampak adalah dunia pendidikan. Namun pada saat yang bersamaan, juga jelas berdampak pada dunia kesehatan dan ekonomi.

Di sisi lain, dengan adanya masa pandemi Covid-19 ini, kita juga dihadapkan pada tantangan baru, yaitu membangun mental baru dalam menjalani kehidupan. Ambil contoh, misalnya tentang belajar. Belajar yang biasanya, dalam ‘pengawasan’ guru, sekarang berubah. Saat ini belajar dilakukan dari rumah, dalam ‘pengawasan’ orang tua. Bahkan, kadang-kadang ‘tanpa pengawasan’. Belajar dilakukan secara daring.

Saat ini, kita belajar itu tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. Belajar tidak lagi perlu di ruang kelas yang bagus, tidak perlu ruang seminar yang mewah. Saat ini, Belajar bisa dilaksanakan di mana saja. Di dalam rumah, di teras rumah, di dalam mobil, di serambi masjid, di kantin, di mana pun. Ruang tidak hanya identik dengan ruang yang offline. Sekarang, ruang hadir secara online.

Ruang online ini, bisa buka tutup kapan saja, tergantung kita. Kapan pun, kita bisa belajar. Siang, sore, malam silakan saja. Bisa belajar secara langsung, atau melalui rekaman.  Semuanya tersedia.

Saat ini, kita semua merasakan, bahwa materi belajar, sangat melimpah ruah. Tinggal pilih. Ingin mempelajari bidang apa. Sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita masing-masing. Bahkan, saya sendiri merasakan, sering dikejar-kejar oleh materi yang menarik untuk dipelajari.

Walhasil, satu kata kunci yang harus dipegang adalah, kita semua haru membangun mental sebagai pribadi Pembelajar. Kita semua, kapan pun dan di mana pun, sudah semestinya memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Belajar tidak perlu menunggu waktu khusus. Kapan saja kita bisa melakukan. Belajar tidak perlu ruang khusus. Belajar bisa dilakukan di mana saja. Yang penting, mental kita, harus mental Pembelajar. Belajar itu kewajiban bagi setiap individu manusia. Sejak di buaian hingga liang lahat. [ahf]

ABDUL HALIM FATHANI,

Pemerhati Pendidikan dan Pembelajar Matematika. Aktif sebagai Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang.


Abdul Halim Fathani

Pemerhati Pendidikan. Aktif di Komunitas Sahabat Pena Kita (SPK) dan Forum Literasi Matematika (forLIMA)

LEAVE A REPLY