GERA(K)KAN MENULIS

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com – Tidak sedikit, para guru kita yang bisa dan terus akan menjadi inspirator kita, salah satunya menginspirasi bidang menulis. Adanya kitab kuning yang menjadi referensi kajian di pondok pesantren dan juga perguruan tinggi), lalu berbagai buku, artikel, tulisan lepas yang terus bertebaran setiap hari, baik melalui media populer, atau buku dan jurnal ilmiah, sesungguhnya menunjukkan kepada kita semua, bahwa, banyak orang di sekeliling kita ini, telah berhasil menjadi penulis. Ialah orang yang menyampaikan ide atau gagasan melalui tulisan.

Pertanyaannya, sudahkah kita melakukannya? Tidak perlu ditunda, ayo tuangkan ide kita melalui tulisan. Mengapa dengan menulis. Karena, dengan menulis, maka ide kita bisa bertahan lama, bahkan jika kita sudah meninggal dunia pun, ide kita tetap dapat diwarisi oleh generasi berikutnya, hingga akhir zaman.

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Melalui tulisan –apapun bentuknya, kita akan dapat menggerakkan diri sendiri hingga orang lain, termasuk menggerakkan lingkungan. Dengan tulisan, kita bisa melakukan perubahan. Tentu perubahan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Bagaimana sebenarnya menulis yang dapat menggerakkan itu? Tulisan itu sesungguhnya adalah berisi pesan yang disampaikan kepada pembaca. Terserah saja, kita mau menulis apa? Contoh kecil, jika kita ingin agar masyarakat Indonesia, banyak yang membeli ‘produk’ kita, maka buatlah tulisan yang dapat menarik pembaca untuk mengikuti ‘pikiran’ kita. Dengan kata lain, buatlah iklan, yang dapat menarik hati pembaca.

Contoh yang lain adalah di setiap halaman belakang buku, ada catatan singkat atau yang lebih sering dikenal dengan ‘sinopsis’. Sinopsis ini sesungguhnya adalah tulisan yang bertujuan untuk dapat menggerakkan masyarakat, agar mau membeli buku kita. Pastilah tulisan itu mengandung pesan. Pesan yang dapat menggerakkan pembaca.

Karena, terbukti sangat efektif, maka, hemat saya, tulisan yang kita buat, sebaiknya tulisan yang mengandung gagasan yang positif dan berdampak positif. Artinya, jangan sampai tulisan yang kita buat itu, justru dapat memprovokasi (baca: menggerakkan) masyarakat ke hal-hal yang negatif. Pergerakannya itu mesti pergerakan ke arah positif.

Sekarang, sudahkan kita menulis? Ayo bergerak, bergerak untuk menulis. Bismillah.. [ahf]