29 ATAU 30

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com – Alhamdulillah, Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan awal Ramadan 1445 H jatuh pada Hari Selasa, Tanggal 12 Maret 2024. Ketetapan ini disampaikan oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas.

Sidang isbat Awal Ramadan 1445 H ini digelar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Minggu (10/3/2024). Hadir dalam sidang isbat ini, antara lain: perwakilan ormas Islam, Duta Besar Negara Sahabat, dan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Memperhatikan hasil sidang itsbat ini, sebagai pertanda bahwa jumlah hari dalam bulan Syakban 1444 Hijriyah, berakhir pada Senin, 12 Maret 2024 atau bertepatan dengan 30 Syakban 1445 H.

Sebelum adanya keputusan sidang isbat ini, tentu kita semua masih dihadapkan pada dua pilihan, jumlah hari bulan Syakban 1445 H ini sebanyak 29 hari atau 30 hari ya? Atau dengan kata lain, Awal Ramadhan 1445 H ini jatuh pada tanggal 11 atau 12 Maret 2024? Mengapa kok masih “atau”? tanggal 11 Maret atau 12 Maret, 29 atau 30 hari?

Apabila saat dilaksanakannya rukyah, hilal terlihat, maka keesokan harinya masuk tanggal satu (1), namun apabila hilal tidak berhasil dilihat, entah karena tertutup mendung ataupun faktor lainnya, maka dilakukanlah istikmal atau penggenapan hari dalam bulan tersebut menjadi tiga puluh (30) hari.

Rukyatul hilal itu memang sesuai perintah agama dan apa yang telah dilakukan Nabi serta selalu dilaksanakan pada tanggal 29 hijriyah diakhir bulan, khususnya akhir bulan Sya’ban untuk menentukan awal Ramadhan dan akhir Ramadhan untuk menentukan awal Syawal, bagaimanapun kondisi hilal pada waktu itu.

Hadis yang memerintahkan memaksimalkan umur bulan ketika cuaca berawan atau mendung.

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِيْنَ [رواه البخاري ومسلم]

Artinya: Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan beridulfitrilah karena melihat hilal pula; jika Bulan terhalang oleh awan terhadapmu, maka genapkanlah bilangan bulan Syakban tiga puluh hari [HR. al-Bukhari dan Muslim].

1 Ramadhan

Dilansir dari laman https://www.kemenag.go.id, Menurut Menag, sidang menyepakati secara mufakat menetapkan 1 Ramadan 1445 H jaruh pada Selasa, 12 Maret 2024 M. Keputusan ini didasari atas dua hal. “Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di berada di atas ufuk dengan ketinggian antara – 0° 20‘ 01“ (-0,33°) sampai dengan 0° 50‘ 01“ (0,83°),” kata Menag.

“Dengan sudut elongasi antara 2 derajat 15 menit 53 detik sampai dengan 2 derajat 35 menit 15 detik,” sambung Menag.

Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Ramadan 1445 H, belum memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Diketahui, pada 2021 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Dengan posisi demikian, lanjut Menag, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag.

Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag di 134 titik di Indonesia. “Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 134 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal,”

Kesimpulannya adalah: Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Syakban menjadi 30 hari sehingga 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024.

Di akhir sambutannya, Menteri Agama RI menegaskan bahwa:

“Dengan penetapan ini, kami berharap seluruh umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan,” tutur Menag.

Menanggapi adanya perbedaan penetapan awal Ramadan di masyarakat, Menag menyatakan ini merupakan hal yang wajar dan jangan sampai mengganggu ukhuwah atau persaudaraan.

“Ada perbedaan itu lumrah. Tetap saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai toleransi sehingga tercipta suasana kondusif,” sambung Menag.

Selamat Ramadhan 1445 H. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan 1445 H. Semoga Allah memudahkan segala urusan dan hajat kita. Amin. [ahf]