TIGA AMALAN

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com – MENURUT kalender, tanggal 12 Maret 2024, insyaallah akan memulai awal Ramadhan 1445 Hijriyah. Namun, lebih tepatnya, sebagai warga negara Indonesia, kita tentu akan mengikuti keputusan sidang itsbat yang dilakukan Kementerian Agama Republik Indonesia. Perihal bulan Ramadhan, tentu, kita semua menginginkan dapat melakoni semua amalan, baik amalan wajib maupun Sunnah, dengan hati ikhlas dan memperoleh ridla Allah swt.

Sebagaimana biasanya, jika kita akan memiliki hajat, tentu kita akab berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkannya dengan baik. Kita akan berusaha sekuat tenaga menyiapakan lahir batin, agar dalam pelaksanaan hajat tersebut, benar-benar tidak akan mengecewakan, baik proses maupun hasil akhirnya.

Lalu, bagaimana kita bersiap-siap untuk menghadapi Ramadhan ini? Amalan apa yang perlu disiapkan?

Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri dalam karyanya At-Targhib wat Tarhib mengingatkan agar kita menjauhi tiga amalan yang dapat menghalangi penerimaan amal ibadah terlebih menjelang Ramadhan.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثَلَاثَةٌ لَا يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُمْ صَرْفاً وَلَا عَدْلاً عَاقٌّ، وَمَنَّانٌ، وَمُكَذِّبٌ بِالقَدَر (طبراني)

Artinya: “Dari sahabat Abu Umamah ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Ada tiga orang yang tidak diterima ibadah wajib dan ibadah sunnahnya, yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, orang yang mengungkit pemberiannya, dan orang yang mendustakan takdir,’” (HR At-Thabarani).

Berdasarkan hadits di atas, tentu kita semua memiliki keinginan agar tidak termasuk dalam kelompok 3 orang tersebut. Sehingga kita perlu berdo’a agar Allah menetapkan kepada kita sebagai hamba-Nya, untuk menjadi hamba yang berada di luar tiga orang dalam kelompok tersebut.

Kita semua harus berkomitmen untuk menjadi: orang yang senantiasa berbakti kepada kedua orangtua; orang yang ikhlas dalam beramal; dan orang yang mensyukuri atas taqdir Allah swt.

Semoga Allah memudahkan kita semua menjadi orang yang termasuk dalam kelompok negasi dari kelompok tiga orang sebagaimana dalam hadits di atas. [ahf]