PRINSIP 5P

Abdul Halim Fathani

Salah satu cara untuk mengukur kesuksesan dalam kehidupan, kita dapat merujuk pada prinsip yang digagas oleh Herlina Permatasari. Permatasari (2015) dalam bukunya “Valuable Value Inside You (Creating Values in Life through “The 5P Principles”)”, menguraikan prinsip 5P, sebagai landasan untuk meraih kesuksesan dalam hidup.

P yang pertama adalah purpose. Setiap individu harus memiliki tujuan hidup yang jelas agar kelak bisa menjadi orang yang sukses. Tujuan yang jelas ini akan mempermudah Anda dalam setiap mengambil keputusan-keputusan dalam kehidupan.

P yang kedua adalah Passion. Setiap individu harus memiliki gairah dalam menjalani aktivitas keseharian. Jika kita benar-benar tahu apa passion kita yang sebenarnya, maka kita akan memiliki energi positif dalam menjalani kehidupan sehingga berakibat sangat antusias dalam melaksanakan segala sesuai yang berhubungan dengan keseharian.

P yang ketiga adalah Positive. Paradigma berpikir positif dapat menghasilkan segala perasaan atau tindakan yang positif pula. Pola pikir positif dapat menjadi sumber energi optimisme dalam meraih berbagai sendi dalam kehidupan.

P yang keempat adalah Persistent. Dalam kehidupan, faktanya tidak bisa menghindari satu hal, yang namanya masalah. Oleh karena itu, setiap orang sudah seharusnya memiliki prinsip persistent atau kegigihan (tahan uji). Apa pun masalahnya, kita harus gigih untuk menghadapinya. Mental yang dibangun adalah, setiap masalah itu membutuhkan penyelesaian. Dan, setiap masalah pasti ada solusinya. Jadi, tetaplah gigih untuk mempertahankannya.

P yang kelima adalah Pray. Siapa pun orangnya, tentu tidak boleh melepaskan diri dari “campur tangan” Tuhan. Manusia bertugas untuk berikhtiar secara maksimal. Setelah itu, manusia harus seraya berdoa kepada Tuhan (tawakal). Apapun usaha manusia, harus dilengkapi dengan berdoa. Tanpa doa, semua akan sia-sia.

Prinsip 5P harus dijalankan secara bersamaan dan berkesinambungan. Prinsip 5P diibaratkan sebagai sebuah bangunan rumah-tempat tinggal. Purpose adalah atap, passion adalah langit-langit, positive dan persistent adalah dua tiang penyangga, dan pray adalah pondasi. Anda tidak cukup berdoa untuk meraih keinginan Anda jika tidak dibarengi usaha maksimal. Anda bisa saja mengerjakan sesuau sesuai dengan gairah hidup Anda, tapi ketika Anda tidak memiliki tujuan, maka apa yang Anda lakukan menjadi tidak tearah.

Permatasari –Penulis buku ini- menegaskan bahwa buku yang ditulisnya tersebut tidak akan memberikan jawaban bagaimana menjadikan Anda ‘hebat’ secara finansial atau karir. Buku tersebut mengajak Anda menemukan nilai-nilai berharga yang ada dalam diri Anda, yang akan membawa kesuksesan batiniah, yaitu makna hidup yang sesungguhnya. Kesuksesan menjadi tumpuan segalanya dalam kehidupan.[ahf]