KUTIPAN INSPIRATIF

Fathani.com. – Tanggal 21 Februari 2024 baru saja telah dilaksanakan peresmian Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF). Pesantren ini merupakan hibah dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim.

Lokasi pesantren AMF ini berada di Jalan Pangestu, Dusun Telasih, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Yang menjadi perhatian kunci dari pesantren baru ini adalah nama pesantrennya. Ialah Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar atau yang disingkat dengan PPI AMF. Pesantren ini didesain bertujuan untuk menyiapkan calon pemimpin berwawasan global melalui berbagai program unggulannya.

Terkait nama, ketika kita menelusuri di sepanjang lorong PPI AMF, kita mendapatkan kutipan-kutipan inspiratif yang merujuk dari “inspirasi” Abdul Malik Fadjar.

Mengapa (ada) “Kutipan Inspiratif”?

Bersumber dari laman https://pwmu.co, dinyatakan oleh Dr Suprat Med, Direktur PPI AMF menjelaskan bahwa tujuan penyematan kutipan inspiratif di pilar-pilar itu adalah“Kita berusaha untuk menghormati, menghargai, dan mencari teladan dari beliau”.

Lebih lanjut, Suprat menyatakan, membangun kesadaran bisa melalui berbagai cara. “Salah satu caranya adalah visualisasi pikiran-pikiran, kesederhanaan, kegigihan, kebersamaan beliau dengan masyarakat.

Melalui visualisasi itu, sambung Suprat, pihaknya berupaya membangun iklim fisik atau lingkungan di mana orang dapat berinteraksi dengan keyakinannya. “Sedikit demi sedikit kita coba terapkan inovasi dari teman-teman dalam upaya melahirkan iklim dan budaya belajar itu,” terangnya.

Kutipan Inspiratif

Berikut sebagian kata-kata kutipan inspiratif Abdul Malik Fadjar MA yang tersemat di pilar sepanjang lantai 3 gedung belajar utama PPI AMF.

1 ljazah bisa basah karena hujan, ijazah juga bisa terbakar karena api, tapi karakter yang kuat takkan lebur oleh apapun.
2 Harus diberikan suasana belajar yang demokratis, yang memberikan peluang masyarakat untuk berpartisipasi seluas-luasnya.
3 Kamu tidak akan mampu mendamaikan seluruh persoalan kemanusiaan dengan harta kekayaan dan pangkat kedudukan. Kehidupan yang menyejahterakan hanya bisa dicapai dengan akhlakmu.
4 Gelar yang dimiliki bukan akhir tapi awal pencapaian diri. Jadi, jangan pernah berhenti belajar.
5 Kita boleh kehilangan apa saja, akan tetapi kalau kita kehilangan cita-cita berarti kita kehilangan semuanya.
6 Tiga hal yang meningkatkan kualitas SDM, yakni iklim sosial budaya, buku-buku berkualitas yang terjangkau dan minat baca masyarakat.
7 Saya selalu ingat akan pesan dari sahabat Nabi Muhammad SAW Sayyidina Ali ra yang mengatakan bahwa tidak ada warisan yang lebih berharap daripada pendidikan.
8 Usia boleh menua, tapi pikiran dan pandangan harus tetap segar dalam memandang masa depan.

Pesan-pesan dalam kutipan inspiratif tersebut, tentu akan mengingatkan kita akan kehadiran Profesor Abdul Malik Fadjar dengan pikiran dan gagasan besar. Ketika berada di dalam gedung PPI AMF, kita diharapkan seolah-olah melakukan interaksi dan refleksi ide gagasan dan keyakinan dengan Prof Abdul Malik Fajar. Semoga. [ahf]