BEASISWA KERJA

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.Com. – TIDAK sedikit mahasiswa atau calon mahasiswa yang bertanya, apakah ada beasiswa? Apakah sudah ada pengumuman tentang pendaftaran beasiswa? Berapa kuota beasiswa tahun ini? Apa saja persyaratan untuk mendaftar beasiswa? Apakah ada proses seleksi atau semua pendaftar diterima? Berapa besaran dana yang diterima dari beasiswa? dan beragam pertanyaan sejenis. Beberapa individu yang bertanya ke saya, terkait hal tersebut, saya cenderung menjawab dengan satu kata kunci: ‘semua informasi pendaftaran dan ketentuan beasiswa’, dapat diakses website.

Dalam fakta di lapangan, memang, masih banyak mahasiswa atau calon mahasiswa yang mendambakan agar bisa mendapatkan beasiswa. Bisa jadi karena membutuhkan bantuan pendanaan atau penghargaan atas sebuah prestasi. Atau justru memang karena ‘hadiah’, karena tidak mengajukan, tetapi ujug-ujug dapat kiriman dana beasiswa.

Menurut KBBI, beasiswa adalah tunjangan yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa sebagai bantuan biaya belajar. Dari pengertian beasiswa di atas, sudah jelas bahwasannya beasiswa merupakan bantuan biaya sehingga seorang pelajar bisa mengikuti kegiatan belajar dengan biaya yang lebih ringan.

Merujuk pada definisi ini, jelas, bahwa beasiswa itu dalam rangka untuk membantu seseorang yang sedang studi atau belajar, agar dapat menjalani proses pembelajaran dengan lancar. Jadi, aneh, kalau ada individu yang mendapatkan beasiswa, tetapi justru dana beasiswanya tersebut dialihfungsikan untuk hal-hal yang tidak memiliki kaitan untuk menunjang kelancaran studi.

Ada yang menarik, praktik beasiswa yang dilakukan oleh pimpinan UIN SATU Tulungagung. Ialah Beasiswa Kerja. Mahasiswa yang memperoleh beasiswa kerja ini, tidak hanya mendapatkan uang atau dana dalam bentuk tunai saja, tetapi mahasiswa memiliki kewajiban untuk “belajar kerja” di kampusnya.

Kebijakan Beasiswa kerja yang dilakukan di UIN SATU Tulungagung ini, merupakan pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang memiliki komitmen untuk mengembangkan soft skill yang dimiliki, dengan melakukan praktik kerja riil yang ditempatkan di unit atau lembaga yang ada di UIN SATU Tulungagung.

Sebagaimana yang dilansir di laman: http://uinsatu.ac.id, bahwa: “Rektor Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung), Abd. Aziz, minta supaya Beasiswa Kerja UIN SATU Tulungagung tidak dipandang hanya sebagai beasiswa semata. Karena banyak pengalaman yang bisa didapat dari kepesertaan mereka sebagai peserta beasiswa kerja.”

“Beliau juga menjelaskan bahwa yang menjadikan kelulusan seleksi beasiswa kerja bukan berpatokan pada nilai IPK, tetapi lebih menekankan kepada skill yang dimiliki.”

“Dalam keterangan lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa beasiswa ini sekaligus juga sebagai bentuk peningkatan skill dari masing-masing mahasiswa dan sebagai bagian untuk membantu tugas-tugas dari kampus. “

Melihat konsep beasiswa kerja yang dipraktikkan UIN SATU Tulungagung tersebut, menjadi menarik untuk dicontoh dan dipraktikkan di tempat lain. Bagi mahasiswa tentu mendapatkan keuntungan, yakni memperoleh dana beasiswa dan mendapatkan kesempatan untuk pengembangan soft skills melalui praktik kerja nyata, atas fasilitas kampus.

Sebaliknya, bagi lembaga, telah terbukti dapat melakukan investasi sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa berbasis pengembangan soft skills, sekaligus memiliki dampak positif bagi lembaga.

Inilah konsep pemberian beasiswa yang tidak sia-sia. Antara lembaga sebagai pihak pemberi beasiswa dan mahasiswa sebagai penerima beasiswa, sama-sama mendapatkan keuntungan. Beasiswa Kerja. [ahf]