STATISTIKA LINGUISTIK (2)

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.Com. – Sebelumnya, perlu kita ketahui bahwa metode dalam statistika digolongkan menjadi dua, yaitu metode statistika deskriptif dan metode statistika inferensia. Somantri & Muhidin (2006:19) dalam bukunya “Aplikasi Statistika dalam Penelitian” menjelaskan bahwa statistika deskriptif membahas cara-cara pengumpulan data, penyederhanaan angka-angka pengamatan yang diperoleh (meringkas dan menyajikan), serta melakukan pengukuran pemusatan dan penyebaran data untuk memperoleh informasi yang lebih menarik, berguna, dan mudah dipahami. Dengan statistika deskriptif, kumpulan data yang diperoleh akan tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan informasi inti dari kumpulan data yang ada.

Informasi yang dapat diperoleh dengan statistika deskriptif antara lain, pemusatan data, penyebaran data, serta kecenderungan suatu gugus data. Yang termasuk dalam ukuran pemusatan data, misalnya mean, median, dan modus. Ukuran penyebaran misalnya, range, simpangan rata-rata, varians, dan simpangan baku. Selain itu dalam statistika deskriptif juga ada yang termasuk dalam ukuran letak, misalnya kuartil, desil, dan persentil.

Terkait hal ini, dalam tulisan ini akan dipaparkan satu contoh bagaimana belajar statistika dengan pendekatan kemampuan berbahasa (menulis). Contoh di bawah ini merupakan contoh pembelajaran statistika deskriptif yang dikutip dari sebuah laman http://idepembelajaranmatematika.blogspot.com/, diakses pada 14 Februari 2024. Sebuah strategi pembelajaran statistika deskriptif dengan menggunakan pendekatan linguistika, yakni mengakdomodasi kemampuan berbahasa terutama dalam hal kemampuan menulis dan mengarang.

ALAT TULIS TEMAN-TEMANKU

Hari ini ………………..tanggal …….. Nopember 2009, teman-temanku ternyata membawa banyak sekali alat tulis, yaitu: (1) ……………, (2) …………….., (3)………………………, (4)…………………… Di antara teman-teman, ada yang membawa sebanyak …. …….. alat tulis, dan ada pula yang membawa sebanyak …………….. alat tulis. Paling sedikit mereka membawa ……………..(biasanya berupa ……………..) dan paling banyak mereka membawa ………………. alat tulis .

Dari semua alat tulis tersebut, alat tulis yang paling banyak dibawa oleh teman-teman adalah…………….. Ini terjadi sebab kata mereka ……………………………………………………………..

Kalau dilihat dari ukurannya, maka alat-alat ulis itu rata-rata memiliki ukuran panjang …………… cm. Sementara itu, kalau dilihat dari merek-nya, maka untuk jenis alat tulis ….. ….. merek yang paling dominan adalah merek…………….. Untuk jenis alat tulis ………. yang paling dominan adalah merek…………..

Menurut teman-teman, merek ini paling banyak dimiliki karena ………………………………………………………………………….

Itu terjadi karena mereka …………………………………………………..

Malang, 14 Nopember 2009

Penulis

(……………..)

Dari strategi pembelajaran statistika di atas, seorang pengajar meminta kepada para mahasiswa jurusan bahasa untuk bekerja dalam beberapa  kelompok dalam membuat deskripsi ini. Mahasiswa melakukan diskusi dalam beberapa kelompok untuk memikirkan apa yang harus mereka lakukan dan bagaimana melakukannya. Dengan pendekatan seperti ini, para mahasiswa jurusan bahasa akan terlihat aktif memikirkan langkah-langkah yang harus dilakukannya, mengembangkan instrumen, mengumpulkan data, mengolah data dan memanfaatkan data yang diperolehnya untuk mengisi dan melengkapi deskripsi yang diminta.

Tanpa disadari, mahasiswa jurusan bahasa tersebut akan belajar statistika deskriptif. Akan terlihat Susana pembelajaran yang sangat menyenangkan dan kelihatan antusias. Sangat-sangat manusiawi. Strategi pembelajaran statistika deskriptif yang didesain dengan mengakomodasi “kesenangan” mahasiswa. Akhirnya materi statistika deskriptif akan mudah masuk dalam otak mahasiswa. Akibatnya, tidak ada lagi mahasiswa jurusan bahasa yang sinis dan fobia statistika. Semoga. [ahf]