SEKOLAH FAVORIT

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com. – MASIH ingat dengan hingar bingar urusan PPDB (penerimaan peserta didik baru)? Khususnya kaitannya dengan sistem Zonasi? Yang jadi bahan perbincangan adalah, ternyata munculnya praktik “kurang” baik untuk menyikapi kebijakan sistem zonasi pada sekolah negeri ini. Ialah ditemukan adanya praktik kecurangan yang dilakukan para orang tua atau wali peserta didik.

Mengapa mereka melakukan kecurangan ini? Ya, karena mereka menginginkan bahwa anaknya dapat diterima di sekolah yang menjadi incaran banyak orang. Mereka menyebutnya dengan istilah “sekolah favorit”.

Sebenarnya, Pemerintah, khususnya Kemendikbudristek tidak pernah memberi label sekolah favorit pada satuan pendidikan. Istilah tersebut muncul di kalangan dari masyarakat terhadap sekolah yang banyak peminatnya karena dianggap lebih bermutu baik dibandingkan dengan sekolah lainnya. Jadi, sebenarnya tidak pas, ada istilah sekolah favorit. Karena, kesalahan cara pandang inilah, akhirnya menimbulkan beberapa praktik kurang baik.

Beberapa modus kecurangan yang sering dilakukan, antara lain dengan memalsukan kartu keluarga (KK), melakukan manipulasi data kependudukan, atau ada yang melakukan dengan cara menitipkan anak pada kartu keluarga orang lain.

Mengapa ini dilakukan? Salah satunya adalah para orangtua sangat menginginkan agar anaknya diterima di sekolah favorit.

Sekolah favorit yang didefinisikan para orangtua tersebut, seharusnya bisa berada di mana pun sekolah itu berada. Sekolah favorit tidak hanya berada di satu titik, di tengah kota. Di pinggiran kota, bisa juga terdapat sekolah favorit.

Kenyataanya memang belum merata. Tetapi, harapannya dengan adanya seistem zonasi, maka akan mendorong pemerintah agar segera dapat memperluas keberadaan “sekolah favorit” di berbagai perkotaan dan daerah pinggiran. Sehingga para orang tua tidak perlu lagi melakukan modus kecurangan KK, data kependudukan, dan sejenisnya. Karena sekolah favorit sudah berada di mana-mana.

Yang menjadi kunci adalah para orantua, kita semua harus melakukan redefinisi sekolah favorit. Pada hakikatnya sekolah favorit, ialah sekolah yang mampu menyelengarakan proses pembelajaran yang terbaik, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang baik pula.

Tidak lagi tergantung input siswanya. Para orangtua harus memahami bahwa bukan sekolah favorit yang menentukan keberhasilan siswanya. Tetapi, kembali kepada individu anak itu masing-masing. [ahf]