MASA DEPAN

Fathani.com. – SANGAT menarik isi Sambutan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, pada Kuliah Perdana untuk mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia, tanggal 9 Agustus 2023. Prof Fathul menyampaikan kepada mahasiswa baru “Selamat bergabung menjadi bagian keluarga besar Universitas Islam Indonesia (UII)”.

Setelah memberikan pengantar dan menyampaikan sejarah singkat seputar UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Rektor UII memberikan pesan substansial yang sangat mendalam, bagi mahasiswa baru UII.

Apa ‘pesan’ penting yang disampaikan Rektor UII? Pesan ini disarikan dari sambutan Prof Fathul yang dipublikasikan di laman https://www.uii.ac.id.

“Perubahan adalah keniscayaan, sunnatullah”, demikian penegasan awal yang disampaikan Prof Fathul Wahid.

Oleh karenanya, yang harus disiapkan adalah bagaimana kesiapan diri dalam menghadapi masa depan.

Masa depan membutuhkan manusia dengan karakteristik berbeda dengan masa kini, apalagi masa lampau.

MASA DEPAN TIDAK MEMBERI TEMPAT UNTUK MEREKA YANG TIDAK ADAPTIF. Karenanya, kita harus menyiapkan diri menjadi pembelajar cepat. Kembangkan kemampuan menghubungkan antartitik, antarkonsep, untuk membangun jalinan cerita yang bermakna.

MASA DEPAN TIDAK MENOLERANSI RESPONS YANG LAMBAT. Karenanya, kita dituntut belajar menjadi pengambil keputusan yang cekatan dan tangguh. Untuk itu, kita perlu mengasah diri mengenali pola solusi dari beragam kelas masalah.

MASA DEPAN TIDAK MENYISAKAN RUANG UNTUK MEREKA YANG GAGAP TEKNOLOGI. Karenanya, kita harus meningkatkan literasi dan keterampilan teknologi. Seharusnya hal ini tidak menjadi masalah bagi individu generasi Z sekarang. Gen Z adalah pribumi digital, yang sejak lahir beragam teknologi informasi sudah berada dalam jangkauan.

MASA DEPAN BUKAN MILIK MEREKA YANG HANYA SANGGUP MENGIKUTI NARASI PUBLIK SEPERTI BUIH. Jangan mudah terbawa apa yang menjadi tren dan viral. Selalu lakukan tabayun atau verifikasi. Karenanya, tidak harus melatih diri menjadi pemikir mandiri.

MASA DEPAN AKAN SANGAT DIWARNAI DENGAN MAHADATA YANG MENUNGGU DICERNA. Jika dulu tantangannya adalah mencari data, saat ini, tantangannya berubah, yaitu menyaring data. Karenanya, kita juga wajib meningkatkan literasi data, dengan membiasakan diri menelisik makna dari data.

MASA DEPAN MEMBUTUHKAN JEJARING YANG KUAT. Selain belajar dan mengembangkan diri dengan tekun, jangan lupa, kita harus menggunakan kesempatan ketika studi untuk membangun jejaring. Tidak hanya di dalam kampus, tetapi lintaskampus, dan bahkan lebih luas lagi. Insyaallah jejaring ini akan sangat bermanfaat untuk menebalkan manfaat yang akan kita sebar di masa mendatang.

MASA DEPAN TIDAK AKAN BERSAHABAT DENGAN MASA KINI. Apa yang cukup untuk masa kini, sangat mungkin menjadi kedaluwarsa untuk masa depan. Karenanya, kita harus mengasah kreativitas untuk menghasilkan inovasi yang sanggup menjawab tantangan zaman.

MASA DEPAN TIDAK UNTUK MEREKA YANG BERPIKIR SEMPIT DAN BERORIENTASI LOKAL. Karenanya, kita perlu menyiapkan diri menjadi warga global. Ikutilah kesempatan mobilitas global jika mungkin.

PENTING! Ada satu karakteristik yang mengikat masa lampau, masa kini, dan masa depan; yaitu kemuliaan akhlak, keluhuran budi, atau ketinggian watak.

Semoga masing-masing kita, dapat membangun masa depan yang lebih baik.

[ahf]