PRESTASI FORMAL

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com. – Salah satu perbincangan yang masih sering terjadi di dunia pendidikan, baik sekolah maupun kampus, adalah berapa nilai yang kamu peroleh? Berapa indeks prestasi (IP) kamu? Berapa banyak pelajaranmu yang mendapat nilai di atas 80? Matakuliah apa saja yang dapat nilai A?

Di sisi lain, ada juga sebagian yang saling bertanya: Lho kenapa ya matakuliah ini, kok kamu dapat A, sedangkan saya dapat B? Mengapa nilai saya kok ada yang A-, kok tidak A semua?

Faktanya, memang, ada sebagian yang peduli terhadap nilai-nilai yang tertulis secara formal dalam dokumen daftar nilai. Tapi, ternyata ada juga sebagian yang kurang peduli, atau bahkan tidak peduli, terhadap nilai dalam dokumen formal tersebut. Kadang, mereka berpikir: yang penting nilai yang saya peroleh “Lulus”, sudah Alhamdulillah.

Memang, kadang bagi sebagian pihak yang sangat peduli terhadap dokumen formal tersebut, sering dibuat panik oleh “tuntutan prestasi” dari orang-orang terdekatnya, baik dari orangtua, saudara, dan sebagainya.

Kadang, mereka ya memandang dari dokumen formal tersebut. Meskipun, bisa jadi ada beberapa kasus yang, antara nilai yang formal itu belum tentu linear dengan kondisi riil yang ada dalam dirinya.

Pertanyaannya adalah bagaimana implikasi dan kontribusi prestasi-nilai formal tersebut dalam pengembangan diri dan kehidupan masyarakat? Ataukah, justru berhenti dalam dokumen formal?

Siapa sebenarnya yang layak dan seharusnya disebut berprestasi itu? Mereka yang memiliki nilai apik dalam dokumen formal? Atau mereka yang memiliki prestasi riil di lapangan? Ataukah linear keduanya. Ya dokumen formal, ya prestasi riil.

Marilah kita merenung. [ahf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *