PUSAT KECERDASAN

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com.- SAAT ini, dalam kehidupan manusia, sudah banyak disuguhi pelbagai kemudahan. Kemudahan tersebut sudah menyebar di berbagai sektor, mulai bidang kesehatan, bidang transportasi, bidang makanan dan minuman, bidang perumahan, bidang pendidikan, hingga bidang pendidikan.

Di bidang kesehatan misalnya, sudah banyak berdiri pusat-pusat pelayanan kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, poliklinik, atau praktik pribadi seorang dokter. Kita, ketika dalam keadaan kurang sehat, dapat secara mudah untuk memilih rumah sakit yang diinginkan (baca: sesuai dengan kondisi penyakit kita).

Begitu juga, pusat kuliner. Kita dapat dengan mudah memilih rumah makan mana yang kita inginkan. Ada spesialis sambal pedas, ada spesialis bakar, goreng, model prasmanan, dan seterusnya.

Termasuk, perkembangan terkini, kita juga dimanjakan dengan kemudahan pembayaran berbagai keperluan domestik, mulai dari pembayaran pulsa, PLN, PDAM, tiket pesawat, tiket kereta api, dan sejenisnya. Semuanya tersebut sudah bisa kita lakukan di ATM center, yang sudah menyebar di berbagai titik strategis.

Jika kita perhatikan, pelbagai kemudahan di atas yang dapat kita saksikan dalam keseharian, adalah dalam rangka memberikan pelayanan yang baik kepada semua pengguna. Di pelbagai bidang sedang melakukan kompetisi untuk membuat terobosan-terobosan baru yang berorientasi pada pelayanan konsumen.

Bagaimana dengan pendidikan?
Perlu kita pahami, bahwa menurut Gardner, setiap individu manusia merupakan sosok yang cerdas. Cerdas yang dimaksud adalah cerdas di bidangnya masing-masing sesuai dengan fitrahnya. Ada yang cerdas linguistik, matematik, musik, spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, naturalis.

Praktik dalam dunia pendidikan juga sudah semestinya berorientasi pada pelayanan yang terbaik kepada konsumen, dalam hal ini adalah para peserta didik, termasuk di dalamnya adalah para orang tua.

Salah satu pelayanan terbaik, menurut penulis adalah dengan cara memberikan ruang dan waktu yang cukup demi pengembangan kecenderungan kecerdasan yang dimiliki. Oleh karena itu, sangat menarik jika dalam lembaga pendidikan, memiliki pusat pengembangan kecerdasan.

Ada pusat pengembangan kecerdasan linguistik, ada pusat pengembangan kecerdasan Matematis, ada pusat pengembangan kecerdasan musik, sda pusat pengembangan kecerdasan naturalis, demikian seterusnya.

Mengapa perlu pusat pengembangan kecerdasan? Salah satunya adalah, agar tidak ada peserta didik yang berada dalam kondisi belajar yang pada situasi keterpaksaan dan ketakutan. Dunia pendidikan harus menyediakan ruang belajar bagi peserta didik dengan penuh kebebasan, penuh keceriaan, dan penuh penghargaan. Nah, membangun pusat-pusat belajar yang didasarkan atas variasi kecerdasan majemuk, kiranya dapat menjadi solusi alternatif. [ahf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *