SOSOK MAHASISWA

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com. – Mahasiswa, ketika menyelesaikan studinya, secara formal ditandai dengan adanya yudisium hingga wisuda. Mahasiswa yang sudah lulus, dibuktikan dengan terbitnya Ijazah dan Transkrip nilai akademik, yang memuat daftar matakuliah berikut jumlah sks dan nilai yang diperoleh. Dalam dokumen tersebut juga dilengkapi dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) termasuk judul tugas akhirnya.

Selain itu, ada juga dokumen SKPI atau Surat Keterangan Pendamping Ijazah. SKPI ini diterbitkan sebagau suplemen dari ijazah dan transkrip akademik. Kalau ijazah merupakan bukti telah selesainya suatu jenjang pendidikan tertentu, dan transkrip nilai adalah daftar nilai pencapaian selama menempuh perkuliahan.

Sementara, SKPI merupakan dokumen yang menerangkan kemampuan yang dibutuhkan sebagai prasayarat dalam persaingan dunia kerja dilihat dari latar belakang lulusannya. Landasan hukumnya adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 81 tahun 2014 tentang Ijazah, sertifikat kompetensi dan sertifikat profesi pendidikan tinggi.

Faktanya, dokumen ijazah, transkrip akademik, dan SKPI tersebut, masih belum mampu memotret profil mahasiswa secara holistik. Memang, dalam aktivitas di kampus, mahasiswa tentu tidak hanya aktif beljar di dalam ruang kuliah dalam kendali kurikulum akademik saja. Tidak sedikit, mahasiswa yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan untuk pengembangan soft skillsnya melalui berbagai wadah atau komunitas mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan, kegiatan pengembangan minat bakat, kegiatan penalaran dan kreativitas, dan sejenisnya.

Ragam kegiatan yang terakhir ini, tentu tidak bisa dianggap kegiatan sampingan mahasiswa. Karena untuk melaksanakan kegiatan di luar bangku dan jam perkuliahan tersebut juga membutuhkan ruang dan waktu yang didesain khusus, agar bisa optimal.

Oleh karena itu, sudah selayaknya mahasiswa memiliki komitmen untuk membangun sosok profil diri mahasiswa menjadi pribadi yang utuh, holistik. Ialah sosok mahasiswa yang unggul di bidang akademik, dan juga kaya prestasi di bidang kemahasiswaan, meliputi: minat bakat, kreativtas, organisasi kemahasiswaaan, dan sejenisnya.

Sosok mahasiswa itu ya, aktif kuliah, ya giat aktivitas kemahasiswaan. Mahasiswa harus memiliki komitmen untuk mengembangkan diri secara seimbang. Tantangannya adalah bagaimana mahasiswa dapat mengatur dari sisi manajemen waktu, manajemen diri, manajemen emosi, termasuk manajemen masa depan. [ahf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *