SERIBU BULAN

Marilah kita meng(k)aji al-Qur’an dalam Surat al-Qadr [97] ayat 3

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Ayat tersebut menerangkan tentang kelebihan dan kemuliaan lailatul qadar.

Dari perspektif matematika, ayat di atas mengandung operasi pembagian bilangan rasional. Yakni pembagian satu malam berbanding dengan seribu bulan yang bisa ditulis 1 malam : 1000 bulan. Di sini, terdapat perbedaan satuan di antara keduanya, yaitu bilangan pertama menggunakan satuan malam, sedangkan bilangan kedua menggunakan satuan bulan.

Untuk menjadi satuan yang sama, 1000 bulan dikonversikan menjadi satuan hari. Dengan asumsi bahwa satu bulan sama dengan 30 hari, maka 1000 bulan sama dengan 1000 dikalikan 30 hari, sehingga menghasilkan 30.000 hari atau 30.000 malam.

Apabila kita asumsikan satu tahun sama dengan 365 hari (malam), maka bilangan 30.000 malam, jika dihitung ke dalam bilangan tahun, akan diperoleh 30.000 dibagi 365 hari sama dengan 82.19178082  82 tahun.

Padahal, kalau kita menyaksikan umur kehidupan manusia, rata-rata mencapai umur 63-an tahun. Jarang manusia yang memiliki umur 82 tahun. Dengan demikian, ayat di atas memberikan motivasi luar biasa kepada manusia untuk selalu menggunakan kesempatan sebaik-baiknya pada lailatul qadar tersebut.[ahf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *