KEMBALI BELAJAR

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com. – Awal Januari 2024, secara umum, adalah momentum aktifnya kembali belajar di sekolah maupun di pesantren. Tepatnya, ada yang tangggal 2, 3, atau 4 Januari 2024. Tetapi ada juga tanggal lain –menyesuaikan kalender pendidikan di masing-masing lembaga. Aktif belajar ini juga dilakukan oleh para santri yang sedang mengenyam pendidikan di pesantren. Para santri berduyun-duyun datang kembali ke pondok pesantren.

Secara fisik, ada pemandangan menarik yang dapat kita amati atas pergerakan siswa atau santri yang datang kembali ke sekolah atau pesantren ini. Mereka kelihatan sangat bersemangat untuk belajar, seiring dengan semangat baru pada pergantian tahun baru. Dari tahun 2023 ke tahun 2024. Dari semester 1 ke semester 2, dari semester 3 menjadi semester 4, dan seterusnya. Mereka semuanya, memiliki tekad kuat untuk thalabul ilmi, agar dapat mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Tentu semangat belajar ini harus terus dijaga-rawat dan ditingkatkan, agar para siswa dan santri dapat belajar dengan baik, belajar untuk mendapatkan ilmu yang manfaat dan barakah. Baik di dunia maupun di akhirat. Belajar sesuai dengan potensi masing-masing. Baik melalui lembaga pendidikan umum maupun di pesantren. Satu lagi yang harus menjadi orientasi belajar adalah ingin mendapatkan ridla Allah swt.

Nah, sekarang bagaimana seharusnya yang dilakukan para siswa yang masuk kembali ke sekolah atau para santri yang berangkat kembali untuk belajar di pondok pesantren?

Pertama, para siswa atau santri memohon izin atau pamit sekaligus mohon do’a-restu kepada kedua orangtua. Ini penting dilakukan, karena do’a orangtua diharapkan dapat mengiringi kelancaran dan kemudahan para siswa atau santri selama belajar, termasuk sebagai salah satu bentuk birrul walidain.

Kedua, para siswa atau santri penting untuk memperbarui semangat dalam mencari ilmu yang bermanfaat sekaligus barakah, serta berniat untuk mencari ridla Allah swt.

Ketiga, ini penting dilakukan para santri, yakni sowan kepada pengasuh pesantren. Lebih-lebih sowan dilakukan bersama orang tua.

Tiga hal ini menjadi penting dilakukan para siswa atau santri ketika belajar kembali (mondok kembali)> Penting semua pihak menyatukan hati, antara Siswa, guru, orangtua atau santri, kyai pengasuh, orang tua, semuanya memiliki misi yang sama, agar proses belajar mendapatkan kemudahan dan kebermanfaatan, serta keberkahan. Semua ini memiliki orientasi akhir, yakni mendapatkan ridla Allah swt. Semoga. [ahf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *