HIDUP HOLISTIK


Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com. – SETIAP pergantian tahun baru, kita semua bersepakat, bahwa tahun baru menjadi momentum untuk memulai kehidupan baru. Kehidupan baru selalu diidentikkan dengan komitmen hidup lebih baik, lebih semangat, kerja lebih keras lagi, lebih produktif, dan hal-hal lainnya yang memiliki konotasi lebih baik.

Motivasi yang beroientasi peningkatan ini mudah diucapkan atau dituliskan. Tetapi, bukan juga berarti tidak mudah untuk direalisasikan dan dipraktikkan. Tantangannya adalah bagaimana kita setiap individu dapat membangun aktivitas-aktivitas kecil sebagai “wasilah” untuk merealisasikan cita-cita besar tersebut.

Tantangan lain adalah bagaimana membangun sebuah komitmen yang tidak hanya baik di awal tetapi dapat berkelanjutan. Bahasa yang gampang dipahami adalah, bagaimana dapat mewujudkan ke-istiqomah-an dalam aktivitas kehidupan kita masing-masing.

Dalam keseharian, kita melakukan ibadah: ada ibadah wajib, Sunnah muakad, Sunnah ghoiru muakad, ada yang mubah. Termasuk juga, ada hal yang diharamkan. Kita, harus memiliki komitmen untuk menjalankan semua ibadah yang diwajibkan oleh Allah swt.

Tidak hanya itu, menjalankan ibadah-ibadah yang Sunnah, juga perlu dilakukan. Termasuk ibadah-ibadah lain yang baik untuk ditegakkan, kita juga harus memiliki komitmen untuk menjalankannya.

Singkat kata, ibadah tidak hanya urusan yang wajib saja. Ibadah Sunnah (dan mubah) penting juga untuk menjadi perhatian. Ibadah tidak hanya untuk menjalin keakaraban dengan Allah swt saja (habl manallah), tetapi juga sesama manusia (habl minannas), serta juga dengan alam semesta. (habl minal alam).

Itulah, yang saya sebut dengan istilah “Ibadah Holistik”. Ibadah yang dilakukan secara menyeluruh, menjadi satu kesatuan. Bukan ibadah parsial. Bukan ibadah yang “pilih-pilih”. Tetapi, ibadah, yang dilakukan lillahi taala.

Oleh karena itu, sebagai manusia harus diorientasikan untuk merealisasikan derajat “ahsani taqwim”. Bukan sebaliknya, menuju pada “asfala safilin” atau bahkan mengarah kepada akhlaq hayawani, “ula ika kal‘an’ami balhum adhallun”. (Qs. Al A’raf: 178).

Semoga kita semua dapat membangun kita sebagai sosok individu manusia yang baik, sebagaimana yang gariskan Allah swt. Manusia yang baik secara holistik. [ahf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *