TERUS BERSYUKUR

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com. – “MARI kita semua menjadi manusia yang rajin bersyukur”, “Jangan lupa selalu mensyukuri atas nikmat yang diberikan Allah swt”, “Jadilah orang yang pandai bersyukur”… ..

Itulah contoh beberapa ungkapan yang sering disampaikan –setiap kali- seseorang menjadi MC, saat memberikan sambutan pada suatu acara, atau ketika orangtua/guru memberikan nasihat atau mengingatkan tentangnya pentingnya bersyukur kepada anak didik atau anak kandungnya. Sebuah ungkapan yang sudah sangat terkenal “mari terus bersyukur”.

Tetapi, kita semua –tentu- perlu melakukan renungan diri. Apakah kita semua sudah menjalankan nasihat baik tersebut? Apakah kita sudah benar-benar menjadi individu orang yang bersyukur? Apakah kita sudah melakukan hal nyata tentang bersyukur dengan sepenuhnya? Apakah bersyukur yang kita lakukan itu benar-benar sudah tergolong bersyukur secara ikhlas? Ini semua, penting untuk kita refleksikan.

Allah swt telah berfirman dalam QS Ibrahim ayat 7:

وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ‌ ‌ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Mensyukuri rahmat Allah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, dengan ucapan yang setulus hati; kedua, diiringi dengan perbuatan, yaitu menggunakan rahmat tersebut untuk tujuan yang diridai-Nya.

Kita semua sepakat, bersyukur itu penting. Ya, bersyukur atas “apa pun” pemberian Allah swt yang maha pemurah lagi maha penyayang.

Termasuk, kita bisa belajar matematika –terutama- pada materi logika matematika (Jika – Maka), pada surat Ibrahim ayat 7 di atas.

Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu,
Jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Berapa banyak nikmat atau pemberian Allah swt kepada hamba-Nya? Berapa banyak nikmat yang harus kita syukuri? Baik dengan ucapan, hati, maupun dengan perbuatan? Sungguh banyak sekali. Jawabannya adalah “Tak Terhingga”. Subhanallah.

Mari terus bersyukur.
Semoga kita semua, termasuk hamba yang pandai bersyukur.
Semoga. [ahf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *