LIMA “M”

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com. – SALAH satu pondok pesantren tertua di Indonesia, ialah Pondok Pesantren Langitan. Pesantren ini lahir, jauh sebelum Indonesia merdeka yaitu tepatnya pada tahun 1852, di Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pesantren Langitan ini, dalam sejarahnya, dulu, adalah sebuah surau kecil tempat pendiri Pondok Pesantren Langitan, KH. Muhammad Nur mengajarkan ilmunya dan menggembleng keluarga dan tetangga dekat untuk meneruskan perjuangan dalam mengusir kompeni (penjajah) dari tanah Jawa.

Salah satu agenda rutin tahunan di Pesantren Langitan ini adalah “HAUL”. Acara Haul ke-53 tahun 2023 yang digelar mulai tanggal 24 hingga 31 Agustus 2023 ini merupakan acara tahunan terbesar di Pesantren Langitan untuk memperingati wafatnya Almaghfurlah KH. Abdul Hadi Zahid, KH. Ahmad Marzuqi Zahid dan KH. Abdullah Faqih, serta masyayikh pendahulu.

Selain para santri, juga alumni dan masyarakat umum dari berbagai daerah. Rata-rata mereka datang rombongan. Sebelum masuk ke kawasan pesantren Langitan, para jemaah yang datang lebih dulu ziarah ke makam para kiai pendiri Pesantren Langitan.

Puncak Peringatan Haul di Pesantren Langitan ini diselenggarakan pada Kamis, tanggal 31 Agutus 2023. Acara Haul ini dihadiri oleh ribuan santri, alumni, hingga muhibbin dari berbagai penjuru Nusantara. Acara Haul ini terdapat banyak agenda yang diselenggarakan. Apa saja acara Haul Langitan tersebut?

Di Website https://langitan.net/, dipaparka beberapa rangkaian acara Haul Akbar ke-53 Pesantren Langitan Widang Tuban Jawa Timur, antara lain:

  • Kamis, 24 Agustus 2023, Bahtsul Masail Kubro se-Jawa dan madura ke-4, pukul 15.00 WIB – selesai.
  • Ahad, 27 Agustus 2023, Pengobatan Massal, pukul 08.00 WIB – selesai.
  • Rabu, 30 Agustus 2023, Pembukaan Sima’an Al-Qur’an Bil-ghoib, pukul 06.00 WIB – selesai.
  • Rabu, 30 Agustus 2023, Ziarah Maqbarah Masyayikh, pukul 16.00 WIB – selesai.
  • Kamis, 31 Agustus 2023, Penutupan Sima’an Al-Qur’an Bil-Goib, pukul 06.00 WIB – selesai.
  • Kamis, 31 Agustus 2023, Ziarah Maqbarah untuk Umum, pukul 08.00 WIB – selesai.
  • Kamis, 31 Agustus 2023, Acara Inti Haul Akbar ke-53, pukul 12.00 WIB – selesai.
  • Kamis, 31 Agustus 2023, Shalawat dan Maulid Nabi Muhammad, pukul 19.00 – selesai.

Pada acara inti Haul Langitan tersebut, kita saksikan bahwa semangat luar biasa dari para jama’ah, masyarakat umum, dan terutama para santri pesantren. Mereka berduyun-duyun masuk ke halaman Pesantren Langitan untuk mengikuti istighotsah dan pengajian umum yang diisi oleh Habib Ubaidillah Al Habsy dari Surabaya dan Habib Umar Al Muthohar dari Semarang.

Dalam pejelasan tersebut, Habib Umar Al Muthohhar, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Madinah Cepoko, Gunungpati, Semarang, mengingatkan kepada kita semua, bahwa penting untuk menjadikan “5M” dalam mengarungi kehidupan masyarakat.

5 M tersebut, kata Habib Umar, bukan lima hal yang harus dijauhi atau yang dikenal dengan istilah Mo Limo (tidak melakukan lima hal). Akan tetapi, 5 M ini menurutnya yang perlu dilakukan pada peringatan haul, sebagaimana yang dilansir dari Laman www.nu.or.id

Adapun lima M tersebut adalah maulid, manaqib, mauidhah, madhang, mulih.

Maulid yaitu aktivitas pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Hal ini dilakukan secara langsung pada Haul Langitan. Seluruh hadirin turut serta membaca maulid, shalawat, tahlil, dan Ratibul Haddad.

Manaqib merupakan cerita para ulama.

Sementara, Mauidhah adalah pemberian nasihat. Dua hal ini disampaikan secara bergantian dalam satu momen oleh dua ulama dan habib pada Haul Masyayikh Langitan tahun 2023 ini, yakni Habib Ubaidillah bin Idrus al-Habsyi dan Habib Umar Muthohar.

Lalu, madhang merupakan acara makan-makan. Dalam konteks Haul Langitan ini, semua hadirin disediakan makan bareng. Usai mauidhah, para hadirin melingkar tujuh orang dan makan satu nampan bersama-sama. Mereka tampak menikmati hidangan dengan lauk sayur, daging, kerupuk, lengkap dengan buah pisang dan minumannya.

M terakhir adalah mulih, yakni pulang ke kediaman masing-masing.[]