BATAS AKHIR SAHUR

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com – SALAH satu agenda penting pada saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah sahur. Hukum sahur memang tidak wajib, tapi sangat dianjurkan dalam Islam. Banyak keutamaan, keberkahan, dan manfaat, termasuk dari aspek kesehatan.

Aktivitas sahur menjadi salah satu penanda bahwa seseorang akan berniat untuk melakukan ibadah puasa seharian penuh.

Kapan sebaiknya seseorang melakukan sahur? Sebaik-baik makan sahur adalah di akhir waktu.
Sebagaimana hadits Rasulullah SAW:

بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ

Artinya: “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.”

Ada kata kunci “akhirkanlah sahur”

Kapan “akhir” itu sesungguhnya terjadi? Jangan sampai ketika akhir, itu justru sudah masuk tahap berikutnya. Tahap berikutnya yang dimaksud adalah sudah masuk waktu puasa.

Marilah kita menyimak terlebih dahulu, kapan waktu puasa?

Imam Al-Mawardi di dalam kitab Iqna’-nya menuturkan:

وزمان الصّيام من طُلُوع الْفجْر الثَّانِي إِلَى غرُوب الشَّمْس لَكِن عَلَيْهِ تَقْدِيم الامساك يَسِيرا قبل طُلُوع الْفجْر وَتَأْخِير (الْفطر) يَسِيرا بعد غرُوب الشَّمْس ليصير مُسْتَوْفيا لامساكمَا بَينهمَا “

Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi (akan lebih baik bila) orang yang berpuasa melakukan imsak (menghentikan makan dan minum) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda berbuka sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak (menahan diri dari yang membatalkan puasa) di antara keduanya.”

Dr. Musthafa al-Khin dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji menyebutkan:

والصيام شرعاً: إمساك عن المفطرات، من طلوع الفجر إلى غروب الشمس مع النية.

“Puasa menurut syara’ adalah menahan diri dari apa-apa yang membatalkan dari terbitnya fajar sampai dengan tenggelamnya matahari disertai dengan niat.”

Berdasarkan dalil di atas secara jelas dapat diambil kesimpulan bahwa awal dimulainya puasa adalah ketika terbit fajar yang merupakan tanda masuknya waktu shalat subuh, bukan pada waktu imsak.

Jadi makan sahur yang didekatkan waktunya dengan saat adzan Shubuh (ketika terbit fajar) itu semakin baik, sebab batas akhir waktu sahur adalah saat masuk waktu shalat tersebut.

Sebaik-baik Sahur di Akhir Waktu. Menjelang terbitnya fajar. Saat menjelang adzan Shubuh.

Yang perlu diperhatikan adalah, jangan sampai melakukan sahur pada saat sudah terbit fajar atau saat adzan shubuh.

Jadi, batas akhir makan sahur adalah bukan sama dengan waktu terbitnya fajar. Tetapi mendekati waktu terbit fajar. Secara simbol matematika, dapat ditulis x --> c, dengan catatan x = aktivitas makan sahur, sedangkan c = waktu terbit fajar. Selamat sahur, selamat meraih keberkahan. [ahf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *