29 ATAU 30

Oleh Abdul Halim Fathani

Fathani.com – Alhamdulillah, Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan awal Ramadan 1444 H jatuh pada Hari Kamis, Tanggal 23 Maret 2023. Ketetapan ini disampaikan oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas.

Sidang isbat Awal Ramadan 1444 H ini digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama. Hadir dalam sidang isbat ini, antara lain: perwakilan ormas Islam, Duta Besar Negara Sahabat, dan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Memperhatikan hasil sidang itsbat ini, sebagai pertanda bahwa jumlah hari dalam bulan Syakban 1444 Hijriyah, berakhir pada Rabu, 22 Maret 2023 atau bertepatan dengan 29 Syakban 1444 H.

Sebelum adanya keputusan sidang isbat ini, tentu kita semua masih dihadapkan pada dua pilihan, jumlah hari bulan Syakban 1444 H ini sebanyak 29 hari atau 30 hari ya? Atau dengan kata lain, Awal Ramadhan 1444 H ini jatuh pada tanggal 23 atau 24 Maret 2023? Mengapa kok masih “atau”? tanggal 23 Maret atau 24 Maret, 29 atau 30 hari?

Apabila saat dilaksanakannya rukyah, hilal terlihat, maka keesokan harinya masuk tanggal satu (1), namun apabila hilal tidak berhasil dilihat, entah karena tertutup mendung ataupun faktor lainnya, maka dilakukanlah istikmal atau penggenapan hari dalam bulan tersebut menjadi tiga puluh (30) hari.

Rukyatul hilal itu memang sesuai perintah agama dan apa yang telah dilakukan Nabi serta selalu dilaksanakan pada tanggal 29 hijriyah diakhir bulan, khususnya akhir bulan Sya’ban untuk menentukan awal Ramadhan dan akhir Ramadhan untuk menentukan awal Syawal, bagaimanapun kondisi hilal pada waktu itu.

Hadis yang memerintahkan memaksimalkan umur bulan ketika cuaca berawan atau mendung.

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِيْنَ [رواه البخاري ومسلم]

Artinya: Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan beridulfitrilah karena melihat hilal pula; jika Bulan terhalang oleh awan terhadapmu, maka genapkanlah bilangan bulan Syakban tiga puluh hari [HR. al-Bukhari dan Muslim].

1 Ramadhan

Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Agama RI dalam sidang isbat, bahwa pada hari ini yang bertepatan dengan 29 Syakban 1444 H, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 6 derajat 46,2 menit sampai dengan 8 derajat 43,2 menit, dengan sudut elongasi antara 7,93 derajat sampai dengan 9,54 derajat.

Fakta tersebut juga diperkuat dengan laporan rukyat. Sejumlah perukyah melaporkan telah melihat hilal. Untuk mengamati hilal awal Ramadan, Tim Kemenag melakukan rukyatul hilal pada 124 titik pada 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Kesimpulannya adalah: “Dari 124 titik ada 12 perukyah yang melaporkan telah melihat hilal. Dengan demikian tadi kita bersepakat secara mufakat 1 Ramadan 1444 H jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023,”

Di akhir sambutannya, Menteri Agama RI berharap dengan hasil sidang isbat ini, seluruh umat Islam Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan bersama-sama. “Ini bisa menjadi simbol kebersamaan umat Islam Indonesia. Kebersamaan ini semoga juga menjadi wujud kita semua sebagai anak bangsa menatap masa depan yang lebib baik,” demikian kata Menag.

Menteri Agama RI menegaskan dalam pesannya, “Mari kita gunakan Ramadan ini, agar menjadikan momentum untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah basyariyah,”

Selamat Ramadhan 1444 H. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan 1444 H. Semoga Allah memudahkan segala urusan dan hajat kita. Amin. [ahf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *