TAK JADI BELI BUKU

Abdul Halim Fathani

SAAT ini, membaca buku tidak hanya bisa dinikmati di dalam gedung perpustakaan. Sudah banyak fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk membaca -bukan hanya- buku. Bahkan di beberapa warung makan, bengkel sepeda-mobil, sudah banyak​ yang juga menyediakan buku bacaan. Termasuk juga kehadiran smartphone.

Kalau kita menelusuri informasi di laman www.nu. or.id, kita akan menemukan salah satu informasi menarik, berjudul “Gus Dur Tak Jadi Beli Buku”. Dalam informasi tersebut, dikisahkan bahwa KH Ahmad Mutofa Bisri menceritakan, di antara kecerdasan dan kehebatan Gus Dur yang lain adalah kecepatannya membaca dan memahami isi buku. Pada suatu ketika, Gus Mus menemani Gus Dur mengunjungi sebuah toko buku. Kedua sahabat ini ditemani putri pertama Gus Dur, Alissa Wahid. “Gus Dur bilang, mau membeli buku”.

Begitu sampai di toko, Gus Dur dengan seksama melihat-lihat buku di toko tersebut. Bila ada buku yang menurutnya menarik, Gus Dur langsung membukanya. Dia membaca lembar demi lembar dengan sangat cepat. Berbeda ketika Gus Dur melihat ada sesuatu yang menarik di dalam buku, ia membacanya sedikit lebih lama. Begitu dirasa cukup, Gus Dur meletakkannya kembali di tempat semula.

Tiba-tiba, Gus Dur mengajak Gus Mus dan Alissa Wahid pulang. Hal ini mengherankan mereka berdua karena tujuan awal Gus Dur membeli buku.

“Lah Pak, enggak jadi beli buku, toh?” tanya Alissa Wahid. “Aku sudah tahu isinya,” jawab Gus Dur spontan bikin Gus Mus dan Alissa terkesima. Demikian kisah yang dinukil dari laman www.nu.or.id. Mari mengambil hikmah, mari membaca buku. [ahf]