TIGA NILAI KEPAHLAWANAN

TIGA NILAI KEPAHLAWANAN

Abdul Halim Fathani

SEBAGAI warga negara Indonesia, kita semua tentu patut bersyukur kepada Allah yang maha kuasa. Pada 17 Agustus 1945, Hari Jumat Legi, pukul 10.00, Bung Karno dan Bung Hatta atas nama rakyat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Kemerdekaan Indonesia ini, tidak bisa dilepaskan dari perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan Indonesia ini merupakan “karya besar” para pahlawan yang telah berjuang untuk mewujudkan “Indonesia Merdeka”.

Sosok pahlawan, merupakan sosok yang patut untuk ditauladani. Tidak hanya dikenang, tetapi juga kita harus dapat melakukan proses internalisasi nilai kepahlawanan untuk membangun “pahlawan-pahlawan” baru dalam diri kita masing-masing. Apa saja nilai kepahlawanan tersebut? Tentu sangat banyak. Namun, ada tiga nilai yang sangat penting untuk dijadikan landasan kita semua dalam mempertahankan sekaligus mengisi kemerdekaan Indonesia ini.

Pertama, Nilai “keteguhan dalam memegang prinsip”

Allah swt telah memberikan karunia atas keteguhan dan kekuatan hati kepada para pahlawan untuk senantiasa istiqamah berjuang dan tidak mudah terpengaruh oleh propaganda dan iming-iming dari para penjajah. Tidak mudah goyah atas godaan para penjajah. Para pahlawan memiliki kekuatan utuh yang dapat menjadi modal dalam berjuang. Prinsip yang dibangun atas keteguhan, ketulusan, kebenaran dengan dilandasi hati nurani.

Saat ini, kita semua tertantang untuk mengisi kemerdekaan dengan landasan sikap teguh dalam memegang prinsip. Teguh dalam bekerja, teguh dalam belajar, teguh dalam menyampaikan kebenaran, dan sejenisnya. Teguh dalam berjuang mengembangkan lembaga pendidikan, teguh dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Kedua, Nilai “Keberanian”

Sebagai konsekuensi logis dari nilai yang pertama: keteguhan memegang prinsip, maka dapat memunculkan sikap “berani”. Para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, secara kasat mata “hanya” bermodal bambu runcing, tetapi memiliki keberanian luar biasa. Para pahlawan tidak gentar menghadapi penjajah, meskipun para penjajah menggunakan peralatan senapan sampai dengan meriam dan tank baja. Sungguh luar biasa! Keberanian yang dimiliki para pahlawan menjadi bukti nyata bahwa, kemerdekaan Indonesia harus diperjuangkan. Para pahlawan pantang mundur sebelum menang. Luar biasa. Berani dan sungguh  berani.

Saat ini, kita semua tertantang untuk mengisi kemerdekaan dengan landasan sikap keberanian: keberanian dalam menegakkan peraturan, keberanian dalam mengawal pemerintahan bersih; keberanian dalam mengembangan sumber daya manusia; keberanian dalam memegang amanah, dan sejenisnya.

Ketiga, Nilai “kesabaran dalam meraih tujuan”

Kita semua tentu tahu bahwa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tidak hanya dalam satu-dua-tiga tahun saja. Tetapi, membutuhkan waktu hingga ratusan tahun, bahkan ganti generasi. Kenyataan ini, dapat berjalan dengan penuh perjuangan, karena dilandasi atas nilai “kesabaran”. Kesabaran dalam segala hal” kesabaran dalam berjuang, kesabaran dalam melawan penjajah, kesabaran dalam membangun mental pejuang, dan sejenisnya.

Saat ini, kita semua tertantang untuk mengisi kemerdekaan melalui kesabaran; kesabaran dalam belajar, kesabaran dalam bekerja, kesabaran dalam berinovasi; kesabaran dalam melakukan riset, kesabaran dalam memecahkan permasalahn, dan sejenisnya.

Sekali lagi, mari kita menghargai semangat dan jerih payah para pahlawan yang telah menghasilkan “karya besar”. Tiga nilai “keteguhan, keberanian, dan kesabaran” yang sudah diwariskan para pahlawan, harus dapat menjadi spirit perjuangan untuk generasi sekarang. Tetapi, ingat, nilai-nilai positif yang diwariskan para pahlawan, sesungguhnya tidak hanya tiga nilai tersebut. Masing banyak nilai-nilai positif lainnya. Jangan lupakan perjuangan para pahlawan. Mari berjuang, mari mengabdi.[ahf]