PESAN MATEMATIKA “LILY WAHID”

PESAN MATEMATIKA “LILY WAHID”

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Indonesia kembali berduka. Khususnya warga Nahdlatul Ulama. Ibu Nyai Hj Lily Khodijah Wahid binti KH A Wahid Hasyim sekaligus cucu pendiri NU KH Hasyim Asy’ari wafat pada Hari Senin, Tanggal 9 Mei 2022. Almarhumah yang juga Tokoh NU ini wafat sekitar pukul 16.28 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Ibu yang juga seorang politisi ini akrab dipanggil Nyai Lily Wahid. Beliau lahir pada tanggal 4 Maret 1948. beliau merupakan anak kelima dari pasangan suami istri KH A Wahid Hasyim dengan Ibu Nyai Solichah.

Jenazah Ibu Nyai Lily Wahid dimakamkan di komplek Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Di komplek pemakaman Pesantren Tebuireng ini telah dimakamkan tokoh-tokoh NU yang merupakan keluarga besar Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Di antaranya:  Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Salahuddin Wahid (Gus Solah).

Penguatan Matematika

Berita yang dilansir Jawa Pos (11 Mei 2022), menginformasikan: dalam akun IG, Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa menuliskan pengalaman terakhirnya bersama almarhumah Ibu Nyai Lily Wahid. ‘’Pesan terakhir beliau kepada saya, bahwa pada tanggal 23 April beliau berencana silaturrahim dan ziarah ke Tebuireng,’’ demikian ujar Bu Khofifah.

Selanjutnya, berencana untuk bertemu dengan Bu Khofifah. Apa pesannya? Salah satunya untuk membahas penguatan matematika anak-anak. Sebab, anak-anak kini sudah makin mengandalkan teknologi. Karena itu, penggunaan berfikir dan logika matematika sudah banyak berkurang.

Saat ini, kita saksikan bahwa perkembangan teknologi semakin luar biasa, semakin canggih. Anak-anak kita sangat familiar menggunakan (baca: memanfaatkan) aplikasi teknologi tersebut. Namun, pesan Ibu Nyai Lily kepada Bu Khofifah ini patut menjadi perhatian kita semua. Pesan Ibu Nyai telah membuka kesadaran kita. Bahwa: kita tidak boleh ‘abai’ terhadap proses dari perkembangan teknologi tersebut.

Kita seringkali ‘terlena’, bahagia dan sudah merasa puas akan hadirnya teknologi canggih di sekitar kita. Sehingga hal ini kadang membuat kita ‘lupa’ akan proses berpikir yang harus juga terus diperkuat. Penguatan proses berpikir, juga penting mendapat perhatian. Proses berpikir ini bisa didalami lewat penguatan matematika.


Kecanggihan teknologi harus disyukuri dengan tetap memberikan penguatan untuk mempelajari ilmu matematika. Demikian juga, belajar matematika itu tidak boleh hanya puas berhenti di matematika saja, tetapi harus mampu dilanjutkan sampai matematika yang aplikatif. Salah satunya adalah terapan dalam teknologi. Jadi, sama-sama penting.

Semoga Allah swt menerima amal baik Ibu Nyai Hj Lily Khodijah Wahid binti KH A Wahid Hasyim. Dan, mengampuni segala kesalahan dan kekhilafannya. Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fuanha. Amiin ya Rabb.[ahf].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *