KE MANA KECERDASANKU?

Abdul Halim Fathani

SUDAH cukup lama banyak orang/pihak yang terlanjur percaya seratus persen pada hasil tes IQ (intelligence quotient), sampai-sampai tes IQ menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah yang meng(di)anggap favorit dan unggul.

Bahkan, ada beberapa orang tua yang rela membayar mahal kepada lembaga tertentu agar hasil tes IQ anaknya dapat mencapai skor tertentu (sebagaimana yang dipersyaratkan sekolah yang akan dibidik), sehingga bisa diterima di sekolah yang dianggap- favorit atau unggul tersebut.

Namun, kalau kita melihat realitas di lapangan, ada orang yang memiliki skor IQ tinggi, namun tidak (baca: belum) dapat menjalani kehidupannya dengan sukses dan bahagia. Mereka memiliki skor IQ tinggi, tetapi sering berkonflik dengan orang lain, tidak dapat bekerjasama dengan orang lain, dan parahnya emosinya tidak stabil dan sering marah. Akibatnya, orang tersebut sering mengalami kegagalan dalam mengarungi kehidupannya.

Di sisi lain, ada beberapa orang yang memiliki IQ rendah, tetapi karena didukung dengan sifat ketekunan, ketelatenan, kesabaran, emosi yang stabil, memiliki sikap percaya diri yang tinggi dan selalu optimis, maka dengan mudahnya ia dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan sukses dan bahagia. Jika demikian, lalu bagaimana sebenarnya posisi IQ dalam menentukan kesuksesan hidup seseorang?(ahf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *