KONFLIK

Abdul Halim Fathani

Supriyanto (2015) dalam Disertasinya “Konflik dalam Perspektif Alquran”, mengatakan bahwa secara fundamental Alquran menyuguhkan langkah-langkah mengatasi konflik. Menurutnya, ada enam langkah untuk mengatasi konflik, yaitu pertama, membangun dan membuka ruang komunikasi. Kedua, menjalin persaudaraan. Ketiga, melakukan klarifikasi (tabayyun) dalam setiap masalah. Keempat, menahan diri dan menghargai pihak lain. Kelima, tidak memaksakan kehendak. Keenam, perang (jika tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan masalah dan merupakan pilihan terakhir). Jika perang telah menjadi pilihan satu-satunya, maka perang yang dilakukan harus berlandaskan fi sabilillah, yakni dalam rangka membela diri dan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, dengan etika-etika perang yang wajib dipenuhi.

Terkait dengan konflik yang terjadi, manusia membutuhkan petunjuk yang benar dan lurus. Sebagai hamba Allah yang beriman kepada-Nya; manusia seharusnya yakin bahwa al-Qur’an yang adalah petunjuk lurus bagi manusia (hudan li al-nas) yang akan memberikan bimbingan.