“MERAYAKAN” RAMADHAN

Oleh Abdul Halim Fathani

Quantum Ramadhan_SUDAH menjadi tradisi (baca: rutinitas) kita untuk selalu merayakan sebuah momentum yang spesial. Seperti, setiap tanggal 17 Agustus kita merayakan kemerdekaan HUT Indonesia. Ketika tanggal 1 Januari (atau 1 Muharram), selalu kita peringati dengan menggelar perayaan tahun baru. Bahkan, ketika sedang ulang tahun kelahiran, kita juga menggelar perayaan ulang tahun. Tentu, acara perayaan yang digelar itu variatif, bermacam-macam.

Ramadhan, bagi orang musim –terkhusus orang mukmin- menjadi bulan penuh spesial. Mengapa? Ramadhan merupakan bulan yang penuh keistimewaan. Beberapa keistimewaaan itu di antaranya adalah: Ramadhan merupakan bulan nuzulul Qur’an, pintu langit dibuka sedangkan pintu–pintu neraka ditutup, bulan dengan pahala yang berlipat ganda, dan penuh keberkahan, adanya lailatul qadar, dan keistimewaan lainnya.

Saking begitu spesialnya bulan Ramadhan, tentu kita sebaga mukminin tidak sewajarnya untuk “membiarkan” kehadiran Ramadhan. Ramadhan, perlu kita sambut dengan penuh riang kegembiraan, perlu kita rayakan dengan memperbanyak ibadah. Baik ibadah vertikal maupun horizontal. Ibadah vertikal merupakan ibadah dalam dimensi hablum minallah, sementara ibadah gorizontal adalah ibdah yang memiliki dimensi hablum minannas.

Adalah penulis buku ini, yang merupakan anggota dari sebuah forum yang bernama “Sahabat Pena Nusantara” berikhtiar untuk merayakan Ramadhan dengan membuat sebuah buku. Buku ini merupakan kumpulan tulisan “hikmah” Ramadhan yang menjadi pengalaman dan pengamalan penulis. Buku ini diterbitkan dengan tujuan –salah satunya- ingin membumikan makna Ramadhan agar dapat terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, penulis ingin berkontribusi untuk membumikan Ramadhan, dengan cara “merayakan Ramadhan”.

Terdapat 53 (lima puluh tiga) mutiara ramadhan yang dikupas dalam buku ini. Yang menjadikan nilai plus terbitnya buku ini adalah, disajikan dalam bahasa yang renyah, sehingga pembaca dapat dengan nikmat untuk membaca buku ini. Penulis ingin mengajak kepada pembaca untuk dapat memetik hikmah Ramadhan secara holistik. Ramadhan harus dapat menjadi madrasah atau bulan pendidikan, sehingga pada saat idul fitri kita dapat lulus dengan predikat memuaskan. Dan, akhirnya kita bisa merayakan puncak kemenangan di saat merayakan hari raya Idul Fitri. Amin

Ramadhan, ya ramadhan. Melalui buku ini, pembaca juga diajak untuk refleksi diri. Mari bertanya pada diri, dari satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, apakah kita sudah mengalami peningkatan atau justru penurunan? Jangan-jangan Ramadhan yang kita jalani adalah Ramadhan yang tidak berkualitas. Jangan-jangan Ramadhan tahun ini merupakan ramadhan terakhir kita. Wallahu a’lam.
Ramadhan, siapa pun pasti merindukannya. Semoga buku ini bisa menjadi salah satu penuntun pembaca untuk merayakan Ramadhan dengan penuh kemenangan. Amin. [ahf].

IDENTITAS BUKU:

Bulan Suci
Penulis : Tim Sahabat Pena Nusantara (SPN)
Penerbit : Genius Media, Malang
Cetakan : Juni 2015
Tebal : x + 180 Halaman
ISBN : 978-602-1033-10-4

Sumber: http://islamnusantara.web.id/resensi/buku/merayakan-ramadhan